Tuesday, February 5, 2019

Danilla Riyadi dan Petisi!







Beberapa hari lalu yang “mulia” DPR komisi x membuat draft RUU Permusikan yang membuat ramai negeri ini. RUU ini menjadi polemik karena isi dan pasal- pasalnya yang tidak jelas dan indikatornyapun tidak jelas. Banyak musisi yang menilai bahwa RUU ini berpotensi mengekang atau bahkan meng-kebiri para musisi khususnya yang berjuang dengan mandiri dan yang selalu kritis dengan pemerintah. RUU ini di usulkan oleh Anang Hermansyah yang juga pelaku industri musik, tetapi banyak yang menyayangkan kenapa undang-undang seperti ini harus di buat. Isi dari RUU ini setidaknya ada 19 pasal yang bermasalah dan juga yang dikeluhkan oleh musisi yang merasa di marjinalisasi. Ada pasal karet yang indikator ukurannya sangat subyektif dan bisa saja digunakan untuk menyalahi atau bahkan mengkriminalisai musisi tersebut. Pasal “karet” yang dimaksud adalah Pasal 5. Isinya tentang beberapa larangan bagi para musisi, dari mulai membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi hingga membuat musik provokatif. Disini jelas isi dari pasal ini semua indikatornya “Relatif” karena ukuran unsur merendahkan atau provokatif itu jelas dilihat dari pikiran orang yang menilai. Jadi tidak ada nilai pasti untuk mengukur yang di atu di pasal tersebut.

Baca juga  : EFEK RUMAH KACA

Untuk saat ini tercatat ada 260 musisi yang menolak RUU Permusikan yang di usulkan oleh yang “mulia” Komisi DPR komisi x ini. Salah satunya Danilla Riyadi. Danilla mewakili seluruh teman teman musisi yang menolak RUU dengan membuat petisi di change.org yang ditanda tangani hampir 200.000 orang dan saya yakin pasti bertambah. Kalian bis aikut tanda tangan disini Tolak RUU Permusikan jika kalian merasa memang undang – undang ini tidak perlu. Seperti kata Daniila di dalam petisi yang diwakilinya “RUU Permusikan Tidak Perlu dan Justru Berpotensi Merepresi Musisi” dengan lugas ia menyampaikan hal tersebut. Dan ia saat di interview olwh wartawan tirto.id juga meyampaikan "Ini sangat mengekang kebebasan musisi. Karena menurutku, seni itu kan abstrak. Banyak musisi yang bikin musik bisa saja berbeda interpretasinya dengan pendengar. Padahal maksudnya biasa, tapi bagi pendengarnya sangat provokatif," kata Danilla  Selain nama danilla juga banyak musisi yang memberikan tanggapan salah satunya yaitu Rara Sekar mantan personil Banda Neira ini berkata "Saya menolak RUU permusikan karena berpotensi untuk memarjinalisasi musisi-musisi independen dan juga musik-musik dan aktivitas musik yang hadir dan hidup di dalam masyarakat itu sendiri, alih-alih memajukan kebudayaan lewat musik, RUU ini berpotensi untuk mematikan dan membatasi kebudayaan melalui musik. Maka dari itu saya menolak," ujar Rara Sekar saat di wawancarai tirto.id. Dan saya sendiri pun bingung  kenapa di scene musik mainstream dan pelaku industri besar  tidak ada gejolak untuk membantu penolakan RUU ini. Apa karena mereka merasa aman aman saja dengan rancangan ini atau memang main aman dan tidak mau tau.

 Lihat juga : Gania Alianda Billfold

No comments:

Post a Comment